CLOCK & CALENDAR

Entri Populer

Komentar Postingan

BLOG REKAN UPTD

SP3 KAB BEKASI

Diberdayakan oleh Blogger.

MANDIRI HIDUP SEHAT MELALUI DESA SIAGA AKTIF

Diposting oleh sp3puskesmskarangbahagia Senin, 10 Mei 2010

Seri Desa Siaga Aktif

MENUJU MASYARAKAT BER-PHBS 
di Desa Membangun menuju Desa Peradaban

MANDIRI HIDUP SEHAT
Melalui Desa Siaga Aktif

Pemerintah Provinsi Jawa Barat
Dinas Kesehatan
2010


Kata Pengantar
Masyarakat Jawa Barat dikenal sebagai masyarakat yang agamis dengan kekayaan warisan budaya dan nilai-nilai luhur tradisional, memiliki komitmen yang kuat terhadap nilai-nilai kebajikan.
Pengidentifikasian akar persoalan dan berbagai potensi, merupakan langkah awal yang penting, untuk selanjutnya masyarakat diharapkan ikut berpartisipasi dalam pemecahan masalahnya. Pengembangan Desa siaga Aktif merupakan upaya memberdayakan masyarakat agar memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan, bencana dan kegawatdaruratan kesehatan secara mandiri.
Buku Saku ini diharapkan dapat menjadi salah satu acuan semua pihak dalam melaksanakan kegiatan di Desa Membangun menuju Desa Peradaban.
Kepala Dinas Kesehatan
Provinsi Jawa Barat

Daftar  Isi

Kata Pengantar                                                                                                                          2
Daftar Isi                                                                                                                                   3


  • Desa Siaga – Desa Siaga Aktif – Poskesdes                                                                   4
  • Indikator dan Strata Desa Siaga                                                                                      5
  • Pendekatan Pengembangan Desa Siaga                                                                         6
  • Kegiatan Desa Siaga Aktif                                                                                              7-8
  • Peran dan Fungsi Tokoh Masyarakat                                                                               9
  • Peran dan Fungsi Kader                                                                                                 10
  • Format Pemantauan Desa Siaga Aktif                                                                             11-20
Desa Siaga
Desa/Kelurahan yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan, bencana dan kegawatdaruratan kesehatan secara mandiri.
Desa Siaga Aktif
Desa yang mempunyai Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) atau Upaya kesehatan bersumberdaya Masyarakat (UKBM) lainnya yang buka setiap hari dan berfungsi sebagai pemberi pelayanan kesehatan dasar, penanggulangan bencana dan kegawatdaruratan, surveilance berbasis masyarakat yang meliputi gizi, penyakit, lingkungan dan perilaku sehingga masyarakatnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Poskesdes
UKBM yang dibentuk di desa dalam rangka upaya mendekatkan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa. Poskesdes dikelola oleh satu orang bidan dan minimal dua orang kader dan merupakan koordinator dari UKBM.

Indikator dan Strata Desa Siaga
No
Indikator
Pratama
Madya
Utama
1
Forum Masyarakat Desa
V
V
V
2
Sarana/fasilitas pelayanan kesehatan dasar (Poskesdes atau UKBM lain) dengan tenaga dan sistem rujukannya.
V
V
V
3
Posyandu, UKBM maternal dan UKBM lain sesuai kebutuhan.
V
V
V
4
Sistem pengamatan berbasis masyarakat (KIA, gizi, penyakit, faktor risiko lingkungan dan perilaku).
V
V
V
5
Sistem kesiapsiagaan kegawatdaruratan dan bencana berbasis masy.

V*
V
6
Upaya menciptakan dan terwujudnya lingkungan sehat.

V*
V
7
Upaya menciptakan dan terwujudnya PHBS.

V*
V
8
Upaya menciptakan dan terwujudnya Kadarzi.

V*
V
Keterangan :
Strata Pratama : memenuhi indikator 1 s/d 4
Strata Madya    : memenuhi indikator 1 s/d 4 dan dua indikator tambahan (*)
Strata Utama    : memenuhi semua (8) indikator
Desa Siaga Aktif : memenuhi minimal indikator 1 s/d 5.

Pendekatan Pengembangan Desa Siaga

Dilaksanakan melalui pendekatan edukatif yaitu dengan memfasilitasi masyarakat (individu, keluarga, kelompok masyarakat) untuk menjalani proses pembelajaran pemecahan masalah kesehatan yang dihadapinya secara terorganisasi (pengorganisasian masyarakat), dengan tahapan :

1.      Mengidentifikasi masalah, penyebab masalah dan sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi masalah.
2.      Mendiagnosis masalah dan merumuskan alternatif-alternatif pemecahan masalah.
3.      Menetapkan alternatif pemecahan masalah yang terpilih dan layak, merencanakan dan melaksanakannya.
4.      Memantau, mengevaluasi dan membina kelestaraian upaya yang telah dilakukan.

Kegiatan Desa Siaga Aktif

1.      Persiapan
a.      Persiapan Petugas :
·  Pelatihan bidan
·  Pelatihan tokoh masyarakat      ( toma) dan kader
b.      Persiapan Masyarakat :
·  Pembentukan Forum Masyarakat Desa (FMD)
·  Survey Mawas Diri (pendataan lapangan – rembuk desa)
·  Musyawarah Masyarakat Desa (di awal pembentukan)
2.      Pelaksanaan
a.      Pelayanan kesehatan dasar sesuai dengan kewenangan bidan, bila tidak dapat ditangani dirujuk ke Puskesmas Pembantu atau Puskesmas.
b.      Kader dan toma melakukan surveilance (pengamatan sederhana) berbasis masyarakat tentang kesehatan ibu anak, gizi, penyakit, lingkungan dan perilaku.

c.      Pertemuan Forum Masyarakat Desa untuk membahas masalah kesehatan desa termasuk tindak lanjut penemuan pengamatan sederhana untuk meningkatkan kewaspadaan dini masyarakat dan menyepakati upaya pencegahan dan peningkatan.
d.      Alih pengetahuan dan keterampilan melalui pertemuan dan kegiatan yang dilakukan oleh jejaring penyebaran informasi kesehatan di desa (Jejaring Promosi Kesehatan), pelaksanaan kelas ibu, kelas remaja, pertemuan dalam rangka swa-medikasi, dsb.
e.      UKBM misalnya pelaksanaan Posyandu, Posbindu, Warung Obat, Upaya Kesehatan Kerja, UKBM Maternal (tabulin, calon donor darah, dsb.), dana sehat serta UKBM lain sesuai kebutuhan dan kesepakatan.
f.        Gerakan masyarakat  dalam kesigaan bencana dan kegawatdaruratan, Kesehatan Lingkungan, PHBS dan Kelaurga Sadar Gizi.
3.      Pemantauan dan Evaluasi
Keberhasilan pengembangan Desa siaga dapat dilihat dari empat (4) indikatornya yaitu masukan, proses, keluaran dan dampak. Uraian dan format yang dapat dipakai untuk memantau dan menilai keberhasilan Desa Siaga tercantum dalam lampiran.

Peran Tokoh Masyarakat
·        Pemberdaya masyarakat
Berperan memotivasi masyarakat untuk mau dan mampu mengatasi maslahnya  secara mandiri dengan melakukan PHBS dalam kehidupan sehari-hari.
·        Penggali sumber daya
Diharapkan toma mampu menggali semua potensi yang ada di masyarakat baik materiil maupun non materiil yang dapat dimanfaatkan dalam peningkatan desa siaga aktif menuju masyarakat yang ber-PHBS.
Fungsi Tokoh Masyarakat
·        Menggali sumber daya untuk kelangsungan kegiatan
·        Menaungi dan membina kegiatan
·        Menggerakkan masyarakat untuk berperan aktif dalam kegiatan
·        Memberi dukungan dalam pengelolaan kegiatan
·        Menggkoordinir gerakan masyarakat agar mau memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan  dan upaya kesehatan bersumber-daya masyarakat (UKBM)
·        Memberi dukungan sarana dan prasarana

Peran Kader
·        Pelaku penggerakan masyarakat
o   Pendataan PHBS, kadarzi dan kondisi lingkungan.
o   Pengamatan penyakit berbasis masyarakat
o   Peningkatan PHBS, Kadarzi  dan kesehatan lingkungan
o   Peningkatan kesehatan ibu, bayi dan balita
·        Peran tambahan, membantu dalam :
o   Penanggulangan kegawat-daruratan sehari-hari
o   Penyiapan untuk menghadapi bencana
o   Pengelolaan pos kesehatan desa (poskesdes) atau UKBM lainnya
Fungsi Kader
·         Melakukan pencatatan, memantau dan evaluasi kegiatan Poskesdes bersama Bidan
·         Mengembangkan dan mengelola UKBM (PHBS, SBM, Kesling, KIBB-Balita, Kadarzi, Dana Sehat, TOGA, dll)
·         Mengidentifikasi dan melaporkan kejadian masyarakat yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
·         Pemecahan masalah bersama masyarakat

Tim Penyusun

Pengarah :
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat
Kepala Bidang SDK

Penyusun :
Tuti Surtimanah
Dedeh Hadiati
Rini Aryanti


Diperbanyak : Kegiatan Desa peradaban
Diskes Provinsi Jawa Barat - 2010

0 komentar

Posting Komentar