CLOCK & CALENDAR

Entri Populer

Komentar Postingan

BLOG REKAN UPTD

SP3 KAB BEKASI

Diberdayakan oleh Blogger.

Wanita Purba Pergi Jauh untuk Cari Pasangan

Diposting oleh sp3puskesmskarangbahagia Senin, 27 Juni 2011 0 komentar


Temuan mengindikasikan bahwa kelompok patrilokal, di mana keluarga muda umumnya tinggal di atau dekat tempat tinggal orang tua suami, merupakan kebiasaan yang telah berlaku sejak zaman purbakala. (sociopoetizando.com)
Patrilokal ternyata merupakan kebiasaan yang telah berlaku sejak zaman purbakala.


Senin, 27 Juni 2011, 13:26 WIB
Muhammad Firman
VIVAnews - Saat waktunya tiba bagi seorang anggota keluarga manusia asal Afrika Selatan untuk mencari pasangan sekitar 2 juta tahun yang lalu, ternyata para wanita, bukan pria, yang mengambil inisiatif.

Dari sebuah penelitian terbaru diketahui bahwa para wanita pergi jauh dari tempat kelahiran mereka jauh lebih sering dibanding pria yang secara mengejutkan lebih rajin berada di sekitar rumah dan sanak familinya.

Sandi Copeland, paleoanthropologist dari University of Colorado, Amerika Serikat, beserta tim peneliti internasional melakukan analisa gigi 19 manusia purba dari dua spesies yakni Australopithecus africanus dan Paranthropus robustus. Dua spesies manusia purba ini dekat dengan nenek moyang langsung kita yakni Australopithecine.

“Dari penelitian, ditemukan bukti-bukti awal yang menjelaskan pola penyebaran di kalangan manusia terdahulu,” kata Copeland, seperti dikutip dari Science Now, 27 Juni 2011.

Temuan yang dilaporkan di jurnal Nature itu mengindikasikan bahwa kelompok patrilokal, di mana keluarga muda umumnya tinggal di atau dekat tempat tinggal orang tua pasangan laki-laki, merupakan kebiasaan yang telah berlaku sejak jaman purba.

Saat ini, Copeland dan timnya belum mengetahui alasan mengapa pria jarang pergi jauh dibanding wanita di kawasan yang tidak ada hambatan alami. Untuk itu, ia dan timnya akan mencari tahu apakah pola yang sama berlaku bagi para australopithecines di kawasan lain di Afrika untuk mengetahui apakah itu merupakan cara mengelola suku mereka.

Namun demikian, menurut Peter Ungar, paleoanthropolog dari University of Arkansas, Copeland dan timnya berhasil menemukan cara inovatif untuk menguji coba model penelitian tersebut. “Dalam prosesnya, mereka mengembangkan bukti-bukti awal bagaimana manisa awal mengorganisasi kelompok mereka,” ucapnya.
• VIVAnews
BACA SELENGKAPNYA..KLIK DISINI.

SK. KADINKES No. TENTANGPROSEDUR KLAIM DAN PEMBAYARAN JAMINAN PERSALINAN

Diposting oleh sp3puskesmskarangbahagia Rabu, 22 Juni 2011 0 komentar

}}DINAS KESEHATAN KABUPATEN BEKASI
}DISAMPAIKAN DALAM SOSIALISASI JAMPERSAL  2011
}OLEH : KABID. KESGA DAN GIZI
}
}PENGERTIAN JAMINAN PERSALINAN
“ ADALAH JAMINAN PEMBIAYAAN PERSALINAN YANG MELIPUTI PEMERIKSAAN KEHAMILAN, PERTOLONGAN PERSALINAN, PELAYANAN NIFAS TERMASUK PELAYANAN KB PASCA PERSALINAN DAN PELAYANAN BAYI BARU LAHIR”
}TUJUAN JAMPERSAL
}
}TUJUAN UMUM
  MENINGKATKAN AKSES PELAYANAN PERSALINAN YANG DILAKUKAN OLEH DOKTER ATAU BIDAN DALAM RANGKA MENURUNKAN AKI DAN AKB MELALUI JAMINAN PEMBIAYAAN UNTUK PELAYANAN PERSALINAN
}TUJUAN KHUSUS
1.Meningkatnya cakupan pemeriksaan kehamilan, pertolongan persalinan dan pelayanan nifas ibu oleh tenaga kesehatan.
2.Meningkatkan cakupan pelayanan bayi baru lahir oleh tenaga kesehatan.
3.Meningkatnya cakupan pelayanan KB pasca persalinan oleh tenaga kesehatan.
4.Meningkatnya cakupan penanganan komplikasi ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir oleh tenaga kesehatan.
5.Terselenggaranya pengelolaan keuangan yang efisien, efektih, transparan dan akuntabel

BACA SELENGKAPNYA..KLIK DISINI.

KOMITMEN

Diposting oleh sp3puskesmskarangbahagia Kamis, 02 Juni 2011 1 komentar

Komitmen Organisasi (OC)

Definisi:

Komitmen Organisasi (Organization Commitment) adalah kemampuan dan kemauan untuk menyelaraskan perilaku pribadi dengan kebutuhan, prioritas dan sasaran organisasi. Ini mencakup cara-cara mengembangkan tujuan atau memenuhi kebutuhan organisasi. Intinya adalah mendahulukan misi organisasi dari kepentingan pribadi.

Indikator Perilaku:
-1. Mengabaikan norma-norma organisasi

Mengabaikan atau memberontak terhadap norma-norma organisasi.

0. Tidak tampak atau hanya menunjukkan usaha yang minimal

Memberikan usaha yang minimal agar cocok di organisasi atau agar tetap memiliki pekerjaan tersebut.

1. Melakukan upaya penyesuaian

Melakukan upaya agar cocok di organisasi dan melakukan apa yang diharapkan.
Menghormati norma organisasi, menuruti peraturan dan ketentuan yang berlaku.

2. Meneladani kesetiaan

Membantu orang lain menyelesaikan pekerjaan mereka.
Menghormati dan menerima hal yang dianggap penting oleh atasan.
Bangga menjadi bagian dari organisasi.
Peduli tentang citra organisasi.

3. Mendukung organisasi secara aktif

Bertindak untuk mendukung misi dan tujuan organisasi.
Membuat pilihan dan prioritas untuk memenuhi kebutuhan/misi organisasi dan menyesuaikan diri dengan misi organisasi.

4. Melakukan pengorbanan pribadi

Menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan sendiri.
Melakukan pengorbanan dalam hal pilihan pribadi misalnya identitas profesional, urusan keluarga.
Mendukung keputusan yang menguntungkan organisasi meskipun keputusan tersebut tidak disenangi.
BACA SELENGKAPNYA..KLIK DISINI.